Jadwal Sholat
waktu DKI Jakarta & Sekitarnya...
 Imsak
Subuh
Dzuhur
Ashar
Maghrib
Isya
 04.26
04.36
11.55
15.13
17.55
19.04

Agenda Kegiatan

Khutbah Idul Fitri 1431 H

Fitrah, Kedamaian dan Ukhuwah Islamiyah: Pilar-pilar Peradaban Umat-Bangsa
Wednesday, 01 September 2010
.: Oleh : Prof. Azyumardi Azra MA, M.Phil, Ph.D :. Kita patut berbahagia karena Insya Allah berhasil dalam perjuangan mengendalikan hawa nafsu selama berpuasa dan melakukan berbagai ibadah mulai shalat tarawih, tadarrus, itikaf di masjid sampai menunaikan zakat.Read more...

Buku Saku JIC

Haji & Hijrah Peradaban untuk Kemashlahatan Bangsa
Tuesday, 05 January 2010

(No.12 Tahun 5, Oktober 2009) Selama lima ratus tahun Islam menguasai dunia dengan kekuatannya, ilmu pengetahuan dan peradabannya yang tinggi (Jacques C. Reister). Saban taun, ratusan ribu anak bangsa ini pergi haji. Mereka tidak sekedar menjalankan kewajiban untuk menggenapi kekurangan rukun Islamnya, tetapi pada hakekatnya mereka juga melakukan hijrah.Read more...

Click to join Komunitas-JIC
Gabung di Komunitas-JIC, untuk mengikuti setiap
perkembangan event JIC secara update
 

Link Radio Streaming JIC

 
     
    RadioJIC@yahoo.co.id     PenyiarRadioJIC@yahoo.com
Crew Radio JIC          Penyiar Radio JIC
Muzakarah Ulama Se-Asteng Hasilkan Tiga Rekomendasi untuk Aceh PDF  | Print |

Muzakarah merekomendasikan pemerintah Aceh untuk lebih memprioritaskan pendidikan dayah, majelis taklim. Hidayatullah.com--Muzakarah dan silaturahmi ulama se-Asia Tenggara yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Barat di kota Meulaboh pada 9-10 Maret 2010, menghasilkan tiga rekomendasi.

Juru bicara Pemkab Aceh Barat, Mursalim di Meulaboh, Kamis, mengatakan tiga rekomendasi dari muzakarah yang diikuti 400 lebih pemuka agama dari delapan negara dan beberapa provinsi di Indonesia serta 23 kabupaten/kota di Aceh, mendesak Pemerintah Aceh melaksanakan syariat Islam secara "kaffah" (sempurna/utuh).

Selanjutnya, peserta mendesak pemerintah Aceh untuk lebih memprioritaskan pendidikan dayah, majelis taklim, dan lembaga-lembaga pendidikan keagamaan lainnya, sebagai sumber perkaderan umat dalam memahami, menghayati, dan mengamalkan syariat Islam secara "kaffah."

Rekomendasi lainnya, silaturahmi dan muzakarah ulama perlu diselenggarakan dua tahun sekali untuk tingkat provinsi, tiga tahun sekali untuk tingkat nasional, dan satu tahun sekali untuk tingkat internasional sebagai upaya meningkatkan kinerja para pemuka agama Islam dalam membina dan mempersatukan umat menuju "makrifatullah."

"Ketiga rekomendasi itu diharapkan dapat diimplementasikan oleh Pemerintah Aceh dan pemerintah pusat serta negara-negara Islam," kata Mursalim.

Menurut dia, peserta muzakarah juga menilai pelaksanaan syariat Islam secara kaffah mutlak perlu pengetahuan tentang ilmu tauhid, fikih, dan tasawuf yang saling mengikat serta mengamalkannya secara integral di seluruh aspek kehidupan.

"Peserta juga menilai tidak ada pertentangan antara ulama mutakalim dan sufi dalam materi akidah, namun perbedaannya hanya dalam menempuh `makrifatullah`," katanya.

Mursalim juga mengatakan, kegiatan yang diikuti ulama dari negara Malaysia, Singapura, Brunai Darussalam, Thailand, Kamboja, Turki, Saudi Arabia, dan Yaman itu mendapat sambutan positif dari masyarakat kota yang dikenal dengan sebutan negeri "tauhid tasawuf" tersebut.

Sementara itu Kepala Dinas Syariat Islam Aceh Barat, M Nur Djuned mengatakan, Meulaboh akan dijadikan kota yang menyandang sebagai daerah tauhid tasawuf di Indonesia. [ant/www.hidayatullah.com]

Trackback(0)
Comments (0)Add Comment

Write comment

security code
Write the displayed characters


busy